Langsung ke konten utama

resume

Kegiatan Filologi Terhadap Naska Nusantara
Kajian naskah nusantara banyak di telaah oleh tenaga luar negeri terutama oleh bangsa belanda. Kegiatan ini tidak mengherankan jika mengingat lamanya belanda menduduki kepulauan nusantara. Penelaah nusantara dilakukan oleh para penginjil dengan tujuan untuk penyebaran agama kristen dan penerjemahan al-kitab. Para pengkaji naskah tidak hanya mengkaji kandungan dari sau isi naskah. Tapi mereka juga melakukan penyuntingan dan menerjemahkan dalam bahasa diluar naskah. Pada umumnya penerjemahan naskah kedalam bahasa belanda.
Penyuntingan naskah memberikan angin segar untuk terbukanya kajian naskah nusantara apalagi disertai dengan tejemahan. Banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya penyuntingan naskah klasik dan penerjemahannya. Diantara mafaat yang dapat dipetik antara lain;
1-      Terbukanya kebudayaan nusantara untuk dikenal lebih luas melalui kajian ilmiah.
2-      Tersusunnya kamus dalam bahasa naskah sendiri. misal kamu bahasa jawa kona yang ditulis oleh van der tuuk dengan judul kawa-balineseeh-nederlandsch woordenboock (1897-1912).
3-      Di terbitkannya naskah klasik yang telah disunting. Penerbitan suntingan naskah ini sangat membantu bagi disiplin ilmu. Misalnya suntingan naskah agama yang diterbitkan akan sangat membantu para teolog untuk mengkajinya.
4-      Memudahkan mempelajari naskah klasik dengan adanya penyuntingan naskah kuna disertai terjemahannya.
Penyuntingan terbagi dalam beberapa fase; pertama, penyuntingan dengan penyalinan teks; kedua, penyuntingan dengan disertai terjemahan, dan ketiga, penyuntingan dengan mentranslit kedalam bahasa diluar dahasa naskah. Yang terakhir ini dikenal dengan metode krotik teks yang pada umumnya di lakuakan pada abab ke-20.
Selain manfaat yang dapat dipetik dari penyuntingan naskah yang dikerjakan oleh pihak luar. Para ahli filolog dari anak negri mengalami kesulitan untuk mengkaji nsakah klasik nusantara. Karena kebanyakan naskah yang ditulis oleh orang yang konpeten dalam ilmunya banyak terdapat diluar negeri. Yang tersisa kebanyakan naskah salinan dan karya para tokoh yang belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Namun, permasalah tidak hanya berhenti distu saja, naskah-nsakah yang ada masih berada ditangan atau disimpan oleh ahli warisnya, orang tedekat dan para santrinya. Untuk melacaknya menjadi maslah lain, karena sulitnya untuk menelusuri orang-orang tersebut.
Naskah-naskah yang disunting dan ditranslit kedalam tulisannya teks latin dapat mengurangi nilai kandungan naskah itu sendiri. karena setiap bahasa mempunyai nilai yang berbeda dengan bahasa lainnya. Nilai inilah yang menjadi identitas dari suatu bahasa tertentu.

Menggunakan analisis askah nusantara dengan kacamata barat bisa mengurangi nilai naskah itu sendiri. hal ini disebabkan bahwa barat dan kepulauan nusantara mempunya kebudayaan yang jauh berbeda.

Komentar