Filologi Sebagai Ilmu Bantu.
Filologi sebagai satu ilmu yang
memfokuskan kajiannya pada masa lama lalu. Objek kajiannya seputar masalah
naskah, teks dan tempat penyimpanan naskah klasik. Tidak semua naskan maupun
teks mejadi objek kajian filologi. Filologi membatasi diri dalam mengkaji objek
kajiannya. Objek yang menjadi kajian filologi diharuskan berusia lebih dari 50
tahunan (khusus negara Indonesia) dan diluar negara Indonesia ada yang
membatasi sampai satu abab, baru suatu naskah bisa dijadikan objek kajian
filologi. Ilmu filologi sebagai ilmu-ilmu lainnya tidak berdiri sendiri. tetapi
didukung oleh disiplin ilmu lain, terutama ilmu yang berhubungan dengan
kelancaran proses kajian filologi. Misalnya ilmu linguistik, bahasa, ilmu
sastra, ilmu agama, kebudayaan dan lain sebagiany.kesemua disiplin ilmu ini
merukan ilmu bantu yang dapat mendukung kelaancaran penelitian objek kajian
filologi.
Filologi, selain membutuhkan ilmu
bantu terhadap dirinya, ia juga berperan sebagai ilmu bantu terhdapa ilmu lainnya.
Misalnya terhadap berbagai disiplin ilmu yang telah tersebut di atas. Dalam hal
ini, filologi tidak hanya berjalan searah saja. Tetapi terdapat hubungan timbal
balik dengan ilmu lainnya. Dibagian ini akan disinggung hubungan filologi
dengan ilmu lainnya. Kalau filologi sangat membatu proses pencapain akhir dari
ilmu yang disokongnya. Ada beberpa ilmu yang dapat menggunakan ilmu filologi untuk mempermudah atau bahkan
memperlengkap imformasi yang dibutuhkan dalam rangka menyempurnakan imformasi
yang sudah ada. Ilmu-lmu yang bisa menggunakan ilmu filologi sebagai ilmu
bantu, misalnya:
1)
Linguisti.
Linguistik merupakan disiplin ilmu
yang mempelajari sejarah atau asal-usul kata. Dibagian lain dijalaskan kalau
lenguistik bisa membantu kelancaran proses kajian filologi. Karena filologi
menelaah naskah dan teks klasik yang memerlukan kecakapan bahasa untuk menelaah
lebih lanjut. Bagian ini mengulas filologi sebgai ilmu bantu bukan sabagai ilmu
yang dibantu. Dengan demikian dalam bahasan ini linguistik sebagai ilmu yang
dibantu filologi dalam mempermudah bahan atau objek kajiannya.
Linguistik sebagai disiplin ilmu
yang meneliti asal-usul kata memerlukan kata yang dijadikan objek kajiannya.
Kesediaan ragam bahasa dapat ditemukan dalam naskah klasik yang dapat diteliti
asal-usul kata. Karena banyak kata serapan yang diadofsi dari bahasa asing.
Melalui hasil kajian filologi peneliti lingustik dengan mudah dapat melacak
akar kata dan perkembangannya. Dari hasil kajian filologi, peneliti linguistik
dapat juga membadingkan perkembangan kata dari masa lampau hingga saat
sekarang.
2)
Ilmu
sastra.
Filologi dalam kajiannya meliputi
sastra. Karena teks yang dikaji filologi tidak lepas dari muatan sastra pada
masa dimana teks ditulis oleh pengarang. Teks sastra dalam objek penelitian
filologi dapat dijadikan acuan untuk penulisan sastra selanjutnya. Disamping
itu juga akhir dari filologi berkenaan dengan sastra menunjukan perkembangan
sastra dari satu bangsa.
3)
Sejarah
kebudayaan.
Hasil dari kajian filologi memuat
temuan kebudayaan masa lampau. Melalui kajian naska yang di teliti, filologi
dapat menunjuk perkembanga kebudayaan di masa hidupnya penulis naskah. Sebagai
mana kaidah umum dalam pengetahuan bahwa ilmuan tidak akan pernah terlepas dari
pengaruh sosio-cultural dan sosio-historis. dari kaidah ini dapat dipahami
bahwa penulis naskah klasik dipengaruhi oleh budaya dimana penulis hidup.
dengan demikia, filologi dapat dijadikan sebgai pelengkap atau penyempurna dari
imformasi kebudayaan yang dibutuhkan oleh ilmu antropologi sebagai disiplin
ilmu yang mengkaji tentang kebudayaan.
4)
Ilmu
sejarah.
Sejarah sebagai disiplin ilmu yang
menyajikan peristiwa masa lampau. Sebagi ilmu yang mengungkapkan peristiwa masa
lampau, tentu sangat memrlukan rujukan atau sumber yang valid agar data yang
diungkapkan sesuai dengan kejadian ataupun peristiwa masa lampau. Filologi
dimana objeknya kajian adalah naskah yang ditulis setengah abab yang lalu bisa
dijadikan bahan rujakan sejarah. hasil dari kajian filologi bisa memperkaya
bahan sejarah dalam mengungkapkan peristiwa sejarah pada lalu. Seperti sejarah
Jawa Kuna Dan Jawa Baru diangkat dari ditemukannya naskah yang berkenaan dengan
peristiwa dimasa itu.
5)
Hukum
adat.
Adat terbentuk dengan akumulasi
waktu yang cukup lama. Adat merupakan konsensus pada masyarakat. dimana
masyarakat sepakat dengan nilai-nilai yang terdapat pada satu adat. Dan nilai
nilai tersebut dijadikan acuan dalam bertindak dan pengambilan keputusan.
Anggota masyarakat yang tidak taat dengan nilai tesebut dianggap melanggar dan
kenai sangsi. Nalai-nilai yang telah disepakati akan mengikat semua lapsian
masyakat yang akhir menjadi hukum adat. Hukum adat pada awalnya tidak tertulis
hanya diwarisi secara lisan. Namun dengan perkembangan pengetahuan manusia
hukum adat disusun dengan rapi dalam sebuah buku atau sejenisnya. Dengan hasil
kerja filologi dapat deketahui hukum adat pada masyarakat. umumnya penulisan
ini dilakukan oleh pihak kerajaan yang memiliki otoritas dalam melakukan
eksekusi.
6)
Sejarah
perkembangan agama.
Dari hasil penemuan naskah klasik
dapat diidentifikasi perkembangan suatu agama. karena dapat dilihat dari muatan
teks yang ditulis. Dari muatan teks tersebut dapat diketahui pengaruh agama
dalam penulisannya. Misalnya pada jawa kuna, masyarakat jawa kuna banyak
dipengaruhu oleh agama hindu dan budha. Sementara pada bangsa malayu didominasi
dengan nuansa keislaman. Dari sini dapat dilihat perkembangan suatu agama dalam
masyarakat tertentu. Selain itu juga dari hasil kajian filologi dapat diketahui
sebuah ajaran agama yang berkembang. Dari sini filologi bisa membantu pemetaan
agama dan ajaran agama yang berkembang dalam suatu masyrakat.
7)
Filsafat.
Filsafat secara sederhana dapat diarti sebagai metode berpikir
secara objektif dan konfrehensif. Hal ini dapat dilakukan dengan perenungan.
Perenungan akan memeprtajam pemikiran tehdapap hikmah dibalik setiap fenomena
yang terjadi. Renungan juga bisa dengan melihat kajadian yang terjadi dimasa
lalu. Petajaman dengan melontarkan pertanyaan dan memikirkan jawabannya. Tujuan
dari semua ini agar hidup lebih bermakna dengan mengambil iktibar dari setiap
peristiwa. Filologi merupakan cabang ilmu yang menyajikan naskah maupun
teks-teks klasik yang berisi pemikiran masyarakat atau pengarang mewakili
sebagian bangsanya. Naskah klasik tidak sedikit berisi nasehat yang perlu
direnungi. Nesahat tersebut bisa berupa metefisika, etika, estetika, dan moral.
Semua ini bisa dijadikan bahan renungan yang akan membantu mengetahui cara
pandang atau ideologi pada masa klasik.
Komentar
Posting Komentar