|
SOAL
# 81 #
1.
Yang mana itu
hadis nafsi?
2.
Serupakah
perkataan Tuhan dengan hadis nafsi?
3.
Tetapi
sama-sama tidak berhuruf dan tidak bersuara?
4.
Hadis nafsi
tidak kodim?
5.
Bagaimana
sebenarnya perkataan Tuhan itu?
6.
Apa artinya
tidak serupa itu?
7.
Bagaimana
lagi arti tidak serupa itu?
8.
Apa salahnya
kalau perkataan Tuhan berhurup?
9.
Apa jalannya
jadi bisu pada setengah ketika?
10.
Begitu
bagaimana?
11.
Waktu bilakah
bisunya itu?
12.
Dimana
bisunya sewaktu menuturkan perkataan itu?
13.
Bagaimana
contohnya cobalah terangkan dengan jelas?
14.
Apa slaahnya
kalau Tuhan bisu?
# 82 #
1.
Apa sebabnya
Tuhan mustahil bisu?
2.
Dimana Tahu
bahwa bisu itu tanda kehinaan?
3.
Karena apa
ada juga orang yang bisu?
4.
Agama islam
dari mana datangnya?
5.
Mana dalilnya
dari Qur’an?
6.
Apa maknanya?
7.
Perkataan
Tuhan tidak berhurup dan tidak bersuara?
8.
Dari mana
kita dapat itu agama islam?
9.
Apa itu kitab
dan sunnah?
10. Qur’an dari mana diperdapat?
11. Nabi Muhammad SAW. dari mana dapatnya itu Qur’an?
12. Jibril dari mana dapatnya itu Qur’an?
13. Siapa yang menyalinnya?
14. Dari mana disalin mikail?
15. Qur’an yang pada lauhu mahfudh dari mana datangnya?
# 83 #
1.
Bagaimana
jalannya maka Qur’an itu sampai pada kita?
2.
Setalah
disalin bagaimana jadinya?
3.
Siapa Jibril
itu?
4.
Apa
pekerjaannya itu Jibril?
5.
Salinan
Qur’an itu dibawa kemana oleh Jibril?
6.
Apa itu batul
‘izzah?
7.
Kemmudian
bagaimana pula jadinya?
8.
Memerintahkan
apa?
9.
Pada waktu
itu sedang berada dimana nabi Muhammad SAW?
10. Sampainya sekaligus semuanya itu atau tidak?
11. Kalau begitu dengan berangsur-angsur?
12. Berapa lama hingga selesai?
13. Bagaimana Qur’an yang pada laihi mahfudh?
14. Bagaimana keadaan Jibril menyampaikan Qur’an kepada nabi
Muhammad?
15. Jibril membacakannya berhurup dan bersuarakah atau tidak?
# 84 #
1.
Apa-apa
hurupnya?
2.
Setelah
dibacakan Jibril bagaimana pula jadinya?
3.
Bagaimana
jalannya maka sampai kepada kita?
4.
Kemudian
bagaimana pula?
5.
Bagaiama
kalam yang kodim yang berdiri pada zat Tuhan?
6.
Bagaimana
antara Qur’an yang pada lauhi mahfudh dengan kalam yang kodim?
7.
Apa perbedaan
antara kedua-duanya?
8.
Bagaimana
antara Qur’an yang sekarang ini dengan Qur’an kalam yang kodim?
9.
Bagaimana
perbedaan antara kedua-duanya?
# 85 #
1.
Bagaimana
antara Qur’an yang kita baca dengan kalam yang kodim?
2.
Bagaimana
perbedaan antara kedua-duanya?
3.
Bagaimana
antara Qur’an yang sekarang ini dan yang pada lauhi mahfudh?
4.
Apa sebab
maka jadi serupa?
5.
Apa perbedaan
antara kedua-duanya?
6.
Yang pada
lauhi mahfudh bagaimana pula?
7.
Bagaimana
antara Qur’an yang kita baca dengan Qur’an pada lauhi mahfudh?
8.
Yang pada
lauhi mahfudh bagaimana?
9.
Bagaimana
antara Qur’an yang kita baca dengan yang dicetak?
10.
Apa perbedaan
antara kedua-duanya?
11.
Qur’an yang
dicetak bagaimana pula?
# 86 #
1.
Bagaimana
antara kalam yang kodim dengan seluruh Qur’an semuanya?
2.
Bagaimana
perbedaan diantara sekaliannya?
3.
Kalau tidak
paham bagaimana dibuat supaya paham?
4.
Qur’an yang
sekarang dinamai juga kalam Allah atau tidak?
5.
Apa artinya
dan bagaimana maksudnya?
6.
Dimana adanya
keterangan ini didapat?
7.
Dimana tahu
bahwa besifat dengan kalam?
8.
Apa lawan
kalam?
9.
Apa makna
bukmun?
10. Apa salahnya kalau Tuhan bersifat bisu?
11. Apa sebab mustahil Tuhan bisu?
12. Apa salahnya pada Tuhan ada tanda kehinaan?
13. Apa sebab mustahil?
# 87 #
1.
Apa arti
sifat kumaalaatun Tuhan?
2.
Kalau
mustahil Tuhan bisu apa yang wajib bagi Tuhan?
3.
Kalam apa
kawannya yang talazum?
4.
Apa maknanya?
5.
Apa arti
kalam talazum dengan kaunuhu mutakalliman?
6.
Apa arti
talazum?
7.
Apa arti dua
yang mesti berkawan kedua-duanya?
8.
Bagaimana
bisanya?
9.
Apa arti ada
satu mesti ada yang satu lagi?
10. Seperti mana umpamanya?
11. Kaunuhu ta’ala mutakalliman apa lawannya?
12. Apa maknanya?
13. Keadaan Tuhan yang bisu apa hukumnya?
14. Mustahil apa lawannya?
15. Apa sebab mustahil itu berlawanan dengan wajib?
16. Apa yang wajib mesti, ada pada Tuhan?
# 88 #
1.
Apa maknanya?
2.
Mana dalilnya
dari Qur’an?
3.
Apa maknanya?
4.
Kalam kemana
ta’alluknya?
5.
Mana-mana itu
hukum akal yang tiga?
6.
Ta’alluk apa namanya?
7.
Apa arti
ta’alluk dalalah?
8.
Apa arti
ta’alluk menunjukkan?
9.
Apa arti
ta’alluk mehobarkan?
10. Apa arti ta’alluk memberi tahu?
11. Pertama apa?
12. Mana misalnya dari Qur’an?
13. Apa maknanya?
14. Kedua apa?
15. Mana misalnya dari Qur’an?
16. Apa maknanya?
17. Ketiga apa?
18. Mana misal dari Qur’an?
19. Apa maknanya?
# 89 #
1.
Wajibkah atau
harus Tuhan menjadikan kita itu?
2.
Apa arti
harus?
3.
Tuhan
menjadikan kita wajibkah atau harus?
4.
Apa artinya
wajib Tuhan yang menjadikan kita?
|
JAWAB
# 81 #
1.
Kata yang ada
di dalam hati kita
2.
Tidak serupa sekali-kali
3.
Ya, tetapi
perkataan Tuhan itu kodim
4.
Ya, tidak
kodim
5.
Tidak serupa
dengan perkataan saya baharu
6.
Apa yang ada
pada perkataan Tuhan tidak ada pada perkataan saya baharu
7.
Apa yang ada
pada perkataan saya baharu tidak ada pada perkataan Tuhan
8.
Niscaya
terjadi pada setengah ketika Tuhan bisu
9.
Yang
berkata-kata dengan berhurup dan bersuara memang begitulah mestinya
10.
Mesti bisu
pada setengah ketika
11.
Sewaktu
menuturkan sesuatu perkataan
12.
Bisu dari
pada menuturkan perkataan yang lain
13.
Sewaktu
menuturkan Allah tidak bisa menuturkan Muhammad
14.
Mustahil
Tuhan bisu
# 82 #
1.
Karena bisu
itu tanda kekurangan dan kehinaan
2.
Karena tidak
ada seseorang yang ingin bisu
3.
Terpaksa
dengan kekuasaan Tuhan bukan kehendak si bisu
4.
Dari Tuhan
5.
ان
ّ الدّين عند اللّه الاسلام
6.
Bahwasannya agama
disisi Tuhan ialah agama islam
7.
Ya, tidak
berhurup dan tidak bersuara
8.
Dari kitab dan sunnah
9.
Qu’an dan
hadis nabi Muhammad SAW
10.
Dari nabi
Muhammad SAW
11.
Dari jibril
as.
12.
Ada salinnya
padanya
13.
Kata setengah
ulama’ ialah Mikail
14.
Dari Lauhi
Mahfudh
15.
Di adakan oleh
Tuhan dengan kekuasaan-Nya
# 83 #
1.
Mula-mulanya
di salin oleh satu daripada malaikat
2.
Salinannya
itu diberikan kepada Jibril as
3.
Kepala dari
segala malaikat
4.
Menyampaikan
perintah Tuhan kepada rasul-rasul
5.
Dibawanya ke
baitul ‘izzah
6.
Nama satu
tempat pada langit yang pertama
7.
Maka Tuhan
memerintahkan kepada Jibril
8.
Buat
menyampaikan bacaan Qur’an itu kepada nabi Muhammad SAW
9.
Di makah al-
musyarrifah
10.
Tidak
sekaligus sampainya itu
11.
Ya, dengan
berangsur-angsur
12.
Dua puluh
tiga tahun
13.
Berhurup dan
tidak bersuara
14.
Dengan
dibacakannya
15.
Ya, dengan
suara yang berhurup
# 84 #
1.
Serupa dengan
hurup Qur’an yang sekarang ini
2.
Disambut Nabi
Muhammad SAW. seperti bacaannya itu
juga
3.
Mula-mulanya
diajarkan nabi mhammad SAW. kepada sahabat-sahabatnya
4.
Begitulah
turun-temurun hingga samapai kepada kita
5.
Tetap tida
berhurup dan tidak bersuara
6.
Makna dan
tujuan maksud kedua-duanya serupa dan semacam
7.
Yang pada
lauhi mahfudh berhurup, yang kodim tidak berhurup dan tidak bersuara
8.
Makna dan
tujuan maksud kedua-duanya serupa dan semacam
9.
Quran
sekarang ini berhurup, kalam yang kodim tidak berhurup dan tidak bersuara
# 85 #
1.
Makna dan
tujuan maksud kedua-duanya serupa dan semacam
2.
Qur’an yang
kita baca berhurup dan bersuara kalan yang kodim tidak berhurup dan tidak
bersuara
3.
Serupa
maknanya dan bacaannya dan sama-sama berhurup
4.
Karena
sekarang juga ada maknanya dan bacaannya dan hurupnya
5.
Qur’an yang
sekarang ini cetakan manusia
6.
Tulisan kolam
yang diadakan oleh Tuhan dengan kekuasaannya
7.
Yang kita
baca berhurup dan bersuara
8.
Cuma berhurup
dan tidak bersuara
9.
Makna dan
tujuan maksud kedua-duanya serupa dan semacam
10.
Qur’an yang
kita baca berhurp dan bersuara
11.
Cuma berhurup
dan tidak besuara
# 86 #
1.
Makna dan
tujuan maksud sekalian serupa dan semacam
2.
Perintahkanlah
dan pahamkanlah sungguh-sungguh keterangan yang telah lalu
3.
Pelajarilah
dari guru-guru yang ‘alim
4.
iya dinamai
kalam Allah
5.
asal
susunannya dari Tuhan bukan susunan manusia
6.
di dalam
syarah “jauharatul tauhid” nomor 84
7.
kalau tidak
bersifat kalam niscaya bersifat dengan lawannya
8.
bukmun
9.
bisu
10.
mustahil
Tuhan bisu
11.
karena bisu
itu tanda kehinaan
12.
mustahi pada
Tuhan adanya tanda kehinaan
13.
karena Tuhan
wajib bersipat dengan kumaalaatun (maha sempurna)
# 87 #
1.
tanda-tanda
kemuliaan Tuhan
2.
bersifat
denga kalam
3.
kaunuhu
ta’ala mutakalliman
4.
keadaan Tuhan
yang berkata-kata
5.
tiap-tiap
yang bersifat dengan kalam mesti bersifat dengan kaunuhu mutakalliman
6.
dua yang
mesti berkawan kedua-duanya
7.
tidak ada
salah satu
8.
ada satu
mesti ada yang satu lagi
9.
dua hal yang
tidak bisa bercerai kedua-duanya
10.
seperti kalam
dan kaunuhu ta’ala mutakalliman
11.
kaunuhu
ta’ala abkama
12.
keadaan Tuhan
yang bisu
13.
mustahil
14.
wajib
15.
karena
mustahil mesti tiada, wajib mesti ada
16.
bersifat
dengan kalam dan kaunuhu ta’ala mutakalliman
# 88 #
1.
berkata-kata
dan keadaan Tuhan yang berkata-kata
2.
وكلم
الله موسى تكليما
3.
Dan
berkata-kata oleh Tuhan akan nabi Musa akan sebagai berkata-kata
4.
Kepada hukum
akal yang tiga
5.
Wajib,
mustahi, harus
6.
Ta’alluk
dalalah
7.
Ta’alluk
menunjukkan
8.
Ta’alluk
mehobarkan
9.
Ta’alluk
memberi tahu
10.
Tuhan
menyatakan tiga macam itu dengan kalam-Nya
11.
Wajib
12.
والهكم
اله واحد
13.
Dan
bermulaTuhan kamu ialah Tuhan yang satu
14.
Yang mustahil
15.
و
قالت النصارى المسيح ابن الله
16.
Dan berkata
orang-orang nasrani bermula nabi isa ialah anak Tuhan
17.
Yang harus
18.
والله خلقكم وما
تعملون
19.
Dan bermula
Tuhan menjadikan akan kamu dan pekerjaanmu
# 89 #
1.
Harus
2.
Dijadikannya
boleh. Sekiranya tidak dijadikannya pun boleh juga
3.
Kalau pakai
yang wajib bukannya harus
4.
Mesti Tuhan
yang menjadikan kita bukan yang lain
|
|
|
والله
سبحانه وتعالى اعلم بالصواب واليه المرجع والمآب
|
|
1.
Berapa sifat
yang telah diterangkan?
2.
Mana-mana
yang dua puluh sifat itu?
3.
Apa artinya
4.
Apa lawannya?
5.
Apa
artinya?
6.
Mana
lagi?
7.
Apa
artinya?
8.
Apa
lawannya?
9.
Apa
artinya?
10. Mana lagi?
# 90 #
1.
Apa
artinya?
2.
Apa
lawannya?
3.
Apa
artinya?
4.
Mana
lagi?
5.
Apa
artinya?
6.
Apa
lawannya?
7.
Apa
artinya?
8.
Mana
lagi?
9.
Apa
artinya?
10. Apa lawannya?
11. Apa artinya?
12. Mana lagi?
13. Apa artinya?
14. Apa lawannya?
15. Apa artinya?
16. Mana lagi?
17. Apa artinya?
18. Apa lawannya?
19. Apa artinya?
|
1.
Dua
puluh sifat yang wajib dan dua puluh lawannya yang mustahil
2.
Wujud, qidam,
baqa’
3.
Ada, sedia,
kekal
4.
‘adam,
huduts, fana’
5.
Tiada,
baharu, rusa-binasa
6.
Mukhalafatuhu
ta’ala lil hawaadits
7.
Besalah-salahan
Allah ta’ala dengan sekalian yang baharu
8.
Mumasalatuhu
ta’ala lil hawadits
9.
Serupa Allah
ta’ala dengan sekalian yang baharus
10. Qiyamuhu ta’ala binafsihi
# 90 #
1.
Berdiri Allah
ta’ala dengan sendirinya
2.
Alihtiyaju
ilal mahalli aw mukhashshashi
3.
Berkehendak
kepada dzat atau kepada yang menjadikan
4.
Wahdaniyah
5.
Esa
6.
Ta’addud
7.
Berbilang-bilang
8.
Qudrat
kaunuhu ta’ala qaadiran
9.
Maha kuasa
keadaan-Nya Tuhan yang maha kuasa
10. ‘ajz kaunuhu ta’ala ‘aajizan
11. Lemah keadaan-Nya Tuhan yang lemah
12. Iradat kaunuhu ta’ala muriidan
13. Mehendaki keadaannya Tuhan yang mehendaki
14. Karahah kaunuhu ta’ala kaarihan
15. Tidak mehendaki keadaan-Nya Tuhan tidan mehendaki
16. Ilm kaunuhu ta’ala ‘aaliman
17. Mengetahui keadaan-Nya Tuhan yang mengetahui
18. Jahl kaunuhu ta’ala jaahilan
19. Tidak mengetahui keadaan-Nya Tuhan yang tidak mengetahui
|
Komentar
Posting Komentar